Jumat, 25 Februari 2011

Tentang Rasa

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu cintai sesuatu, padahal jahat akibatnya.”

Sesisir kata itu telah begitu lama membayangi netra, tapi dalam juga kah getar pemahaman yang dibawanya.. Ada kalanya hati mampu kuat menghadapi, dan ada kalanya pula terasa sungguh berat untuk dijalani,
Sekali lagi tentang rasa,
Tentang hati,
Yang senantiasa terbolak-balikkan oleh kehendak Illahi Rabbi…

Ya akhi,
Terpahami sungguh bahwa di sangkamu ia lah sang bidadari, tapi ada kalanya pandang kita tersamar ilusi. Penilaian kita sedikit banyak terwarnai semata oleh kecondongan hati, padahal kita diberinya akal untuk lebih menimbangkan segala hal;
Bukankah, kema’rufan sejati lah yang kita cari…
Segala usaha dalam kebenaran telah kau tempuhi, dan ketika sampai pada titik kesadaran akan kuasa Illahi, adakah engkau tetap akan berkeras menghindari?!
Ada takdir-Nya yang telah tertulis rapi, dan hanya selaksa keikhlasan hati yang akan menuntunmu menjalani…

Ya ukhti,
Termengerti penuh bahwa dalam timbangmu adalah dia yang terbaik. Dalam ranah akhlak, bahkan segala kecukupan raga. Hanya saja kadang sisi kebaikan yang lebih utama jadi terlupa. Akan tetap mampukah berbahagia di atas pemaksaan rasa?!
Bukankah, kedamaian hakiki yang kita damba…
Beragam daya kebaikan engkau gelarkan dalam membuka jalan, dan jika tetap sampai pada titik yang nadir untuk dipungkiri, masihkah engkau hendak mengeraskan hati?
Ada jalan rencana-Nya yang terkadang di luar batas logika, dan yang kita lakukan cukup sekedar menjaga ikhsannya prasangka…

Tak ada daun jatuh pun yang tak tercatatkan dalam Lauh Mahfudz-Nya,
Tak ada sedepa langkah pun yang luput dari amatannya-Nya,
Dan tak ada setetespun air mata yang luput dari hitungan balasan-Nya,
Jika memang ditakdirkan bersama...akan amat mudah bagi-Nya nanti berikan cara,
Hanya saja setiap insan harus memahami batasan usaha…dan lebih utamakan jalan keridhoan-Nya meski berat terasa,
Sungguh, dalam percaya pada-Nya, tak akan pernah ada yang tersia-sia…

Seiring kesadaran yang merambat perlahan, teringat sendu taubat Nabi Adam, dan mengiringi ucap doa perlahan:

قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi... (QS Al A'raf: 23)

13 komentar:

  1. aduh, kata2mu susah aku pahami. banyak kiasan ^^
    tapi ya memang begitu nizi, yang baik menurut kita itu belum tentu baik di mata Allah SWT. kan kamu yang ngajari aku tentang kebutuhan dan keinginan.
    ayolah, tetep semangat ^^

    BalasHapus
  2. jangan pernah percaya hanya dengan "rasa"
    sesuatu yg terasa pahit belum tentu buruk, dan yang terasa "manis" belum tentu baik.

    nice posting ukh :-)

    BalasHapus
  3. @anonymus__neeta ;)
    kalo to the ponit mana serunya, Say ;))
    yupii...apapun yang terjadi tetap harus semangat!
    miss u :)

    @mas argun:
    Sebelumnya saya mau bilang bahwa saya sudah memberikan vote, berbulan-bulan lalu, he33
    Setuju mas...itulah mungkin mengapa 'paketan' kita adalah rasa+akal :)

    BalasHapus
  4. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu cintai sesuatu, padahal jahat akibatnya.”

    aku suka kalimat ini...walaupun mudah diucapkan tapi sulit diterapkan...

    miss u too nizi

    BalasHapus
  5. Nice post...mba.

    “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu cintai sesuatu, padahal jahat akibatnya.”

    ditambah dengan "wanita baik-baik untuk pria baik2 dan sebaliknya"

    Blogwalking pagi yang mengingakan masa lalu......

    BalasHapus
  6. @neeta:
    Tahu sulitnya paling tidak menunjukkan bahwa kita telah mencoba ;)

    @InginBerteduh:
    Terima kasih,
    silakan berkunjung lagi lain kali..maaf gak ada cemilan, hohoho

    BalasHapus
  7. bu... ane heran dech, udah ta tambahin gula sekarung, tetap aja faria itu rasanya pahit!
    gimana yach supaya rasanya jadi manis?... :p

    BalasHapus
  8. @mas argun: silakan maem paria sambil baca blog ini, dijamin deh..
    *dijamin makin pait ;D

    BalasHapus
  9. @wiwien: Lebih tepatnya cenat-cenut liat fotomu wien ;D
    biasalah..mellownya lagi kumat :)

    BalasHapus
  10. Nice n like this;) sangat cocok utk hati yg sedang gundah bagi akhwat yg menantikan imam baginya begitupula seorang ikhwan yg menantikan bidadari bagi dunia & akhiratnya.... Yah... pasrahkan segalanya kepada Ia sang pembolak balik hati.... Semoga senantiasa diberi petunjuk olehNya...Amiien;) oia izin share ya ukh;)

    BalasHapus
  11. @Anonim: Jazakumullah :)
    usai berusaha sema'ruf mungkin, saatnya tawakal...
    Silakan, semoga semakin bermanfaat jadinya :)

    BalasHapus
  12. Postingan ini keren banget

    BalasHapus