Senin, 26 April 2010

Nyala Rasa

Dari sepasang kerlip itu aku belajar,
Tentang cinta dan pengertian yang tak lekang dirajam senja,
Tentang setiap riak kesabaran yang tak hirau akan goda,
Tentang kasih yang tulus, dan rasa yang rangkum segala makna kata.
Dibingkai ibadah, Nduk…
Terimalah apa adanya,
Cintai indahnya,
Renungi lelahnya,
Jejakilah warisan jiwanya,
Ingat pesanku, Nduk…

Dari sepasang kerlip itu aku belajar,
Tentang indahnya pengabdian,
Tentang segala lelah yang tak terurai dalam penantian,
Tentang segala sabar menjalani peranan.
Dialas ikhlas, Nduk…
Tuluslah memberi,
Bahagialah dalam mengasihi,
Lapangkan hati untuk memahami,
Tunaikan amanahku, Nduk…

Dari kedua pasang kerlip itu aku memandang,
Tentang penerimaan diantara derai coba yang kadang tak henti mendera,
Tentang ketegaran yang senantiasa ditebarkan dalam segala luka,
Tentang saling memahami dan memaafkan,
Tentang menjalani ribuan hari dalam ibadah nan panjang.

Dan nyala rasa itu masih saja kulihat,
Terang,
Lapang,
Seperti tiada lelah bersinar...

Wahai pemilik rusuk yang darinya aku dicipta,
Jika nanti kita bersua,
Semoga nyala itu pun kan berbinar di mata kita,
Tak akan padam hingga menjejak surga…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar