Jumat, 07 Mei 2010

Tips Bahasa untuk Anak

Suatu kali pernah membaca artikel, bahwa sejatinya seorang anak dapat diajarkan menguasai beberapa bahasa sekaligus sejak kecil. So inspired then :) Trus juga ketika baca Da Vinci Code, di situ dikisahkan tokoh Sophie terbiasa menggunakan dua bahasa yang berbeda dalam kesehariannya sejak kecil, Inggris sama Perancis, jadi yang seperti itu bukan hal yang mustahil dunk...

Dan yang terpenting, bilingual yang ingin kuterapkan kelak gak muluk2 kok, minimal bahasa Indonesia dan bahasa Jawa :D Realitas, 'wong jowo saiki wis ilang jawane'....di dalam rumah 'wajib' berbahasa jawa, biar ma abi umminya tahu 'unggah ungguh', dan di lingkungan luar bolehlah berbahasa Indonesia biar gak kuper,he3

plus, bahasa Arab n bahasa Inggris semoga (kok kayaknya jadi anakku agak repot yak :D)

Alhamdulillah beberapa hari yang lalu nemu artikel ini. Semoga bisa jadi bahan pelajaran sedari sekarang :)

Tips Kenalkan Bahasa Asing

Orang tua masa kini ingin agar si prasekolah belajar bahasa kedua atau bahasa asing sejak dini. Asalkan pengenalannya dilakukan secara tepat, balita dapat menguasai beberapa bahasa sekaligus sejak dini.

"Mana yang lebih baik, bersekolah di sekolah berbahasa pengantar Inggris atau les saja?", demikian pertanyaan seorang ibu dalam diskusi online bersama psikolog, Anna Surti Ariani, S.Psi (yang akrab disapa Mbak Nina), belum lama ini. Pakar psikologi perkembangan dan ibu dua anak ini, berpendapat semua harus ditelaah lagi, di antara pilihan tersebut, mana yang lebih memungkinkan balita untuk belajar berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Pilihan 1: Sekolah Bilingual. Jika orangtua berencana akan menyekolahkan anak ke luar negeri, atau ke sekolah-sekolah internasional, memang lebih baik kalau sejak awal anak sudah mengenal bahasa kedua, misalnya bahasa Inggris, bahasa Mandarin dan lain-lain, sejak dini. Di prasekolah bilingual, balita akan terpapar lebih lama dalam lingkungan berbahasa kedua.

Pilihan 2: Les Bahasa Kedua. Untuk sekadar mengenalkan bahasa kedua, Anda dapat mengirimkan balita kursus bahasa Inggris.

Pilihan 3: Lingkungan Berbahasa Kedua. Orang tua atau salah satu anggota keluarga dapat menjadi tokoh yang berperan mengajarkan bahasa kedua dan berbicara hanya dalam bahasa kedua. Misalnya, balita berbahasa Inggris, Mandarin atau bahasa daerah dengan ayah, ibu dan/atau kakek-nenek saja. Yang terpenting adalah anak mengenal dan paham bahasa ibu dari salah satu anggota keluarga juga.

Mengenalkan Bahasa Kedua. Apakah seorang anak yang sudah cukup lancar berbahasa ibu perlu segera diperkenalkan bahasa kedua? Berdasarkan penelitian, jika pengenalan bahasa dilakukan secara tepat, sebenarnya anak bisa menguasai beberapa bahasa sekaligus sejak dini. Menurut Nina anak ada 3 cara untuk mengenalkan anak kepada bahasa kedua:
1.Beda orang, misalnya mama selalu bicara dengan bahasa Indonesia sementara papa selalu dengan bahasa Inggris. Usahakan keduanya cukup sering mengobrol dengan anak.
2.Beda tempat, misalnya jika di rumah kita gunakan bahasa Inggris, sementara kalau di luar rumah kita gunakan bahasa Indonesia. Atau di rumah dengan bahasa Indonesia, sementara di sekolah dengan bahasa Inggris.
3.Beda waktu, misalnya hari Senin-Rabu berbahasa Inggris di rumah, dan hari Kamis sampai Minggu berbahasa Indonesia.
Untuk semua pendekatan tersebut, usahakan bicara kedua bahasa dengan menggunakan kalimat yang lengkap. Bukan hanya mengartikan kata-katanya saja. Misalnya, daripada mengatakan, “Nak, liat ini ball, bola,” lebih baik ucapkan dalam struktur kalimat yang tepat, “Darling, look at this ball, this is a big ball, isn’t it?”

Menurut Nina, bahwa anak yang dikenalkan sambil diceburkan ke dalam konteks berbahasa, istilahnya sink and swim, dengan langsung diajak berinteraksi menggunakan bahasa tersebut, akan lebih cepat belajar bahasa kedua (dan ketiga, dan keempat, dan seterusnya). Dibandingkan anak yang hanya sesekali belajar berbahasa kedua atau anak yang hanya menonton bahasa kedua tanpa diminta mempraktekkan dalam komunikasinya. “Boleh saja sejak kecil sudah diperkenalkan dengan salah satu dari 3 teknik di atas. Tapi harus diingat juga cara-cara untuk membuat anak belajar bicara,” tegas Nina.
(taken from www.ayahbunda.com)

Rumit?! Mungkin ntar juga gak gampang sih, tapi untuk suatu hal yang lebih baik emang harus berani berusaha lebih kan.. Semoga bermanfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar