Kamis, 14 Oktober 2010

Menunggu



sekiranya aku tahu
tak usah kan aku menunggu
tanpa ragu kusambangi menujumu
karena takdir tak lagi semu;

hanya saja, masih sama:
aku tak tahu,
belum lagi tahu,
jadi aku masih harus menunggu...
sambil menisiki jaring hati agar tak lapuk oleh waktu.

*kembang-kembang itu juga menunggu,
menunggu terik cukup datang agar semua kelopaknya mekar,
jadi tak apalah;
biar bunga yang jadi temanku :)

(gambar dari sini)

9 komentar:

  1. Puisi yang indah, Anis :)
    Seindah lukisannya ...

    BalasHapus
  2. Terima kasih,
    Iya ni kok bisa dapat gambar yang begitu pas, Bun :)

    BalasHapus
  3. Menunggu adalah pekerjaan yang membosankan tapi coba nungu sambil ngeblog wah asyik sekali

    BalasHapus
  4. semua orang sedang pada menunggu sesuatu...
    ada yang sambil santai, ada juga yang sambil sibuk... pesan pak mario teguh, sibuklah dalam menunggu, supaya.....? ah lupa lagi dech pesannya :D hehehe....

    BalasHapus
  5. @pak Mawardi: Anehnya saya termasuk orang yang lebih milih nunggu daripada ditunggu pak,
    dan memang kalo lagi nunggu seringnya sambil ngenet :D
    Terima kasih kunjungannya :)

    @Kang Fir'aun: Hehehe, menunggu sambil sibuk lama-lama jadi kebalik ditunggu deh.
    Terima kasih kunjungannya ya kang :)

    BalasHapus
  6. Assalaamu'alaikum...

    Link anda sudah saya pasang juga di halaman blogroll, Hatur tengkyuw atas pertemanannya, semoga bLoG cantik ini [orangnya keli...] makin eksis, Amin :D

    BalasHapus
  7. Hedeh, sekarang yg komen anak angkatnya ;D
    sama2 kang,
    semoga menjadi penyemangat saya untuk tetap ngeblog ^_^

    BalasHapus
  8. Itu lukisan Anis....?
    Bagus sekali...
    Dan puisimu mengalir lancar

    BalasHapus
  9. Haduh, sayangnya bukan bunda... Anis gak gitu bisa nggambar, he3

    Terima kasih bunda, kemaren ada juga temen yang bilang kayaknya Anis salah jurusan kalo masuk eksak, he3

    Terima kasih kunjungannya bunda eny :)

    BalasHapus