Jumat, 12 November 2010

Cemasku




Gurat suaramu tak pernah kelabuiku,
aku tahu rasamu padaku;
penuh,
dan seringkali tercecer begitu jauh.
Adakah kau mengerti aku di sini sedang merasa sepi?

Serinai kata-katamu tak pernah melenaku,
aku tahu cemasmu;
pekat,
yang detik ini hampir membuatku tergugu.
Adakah kau pahami akupun tak ingin terpisah darimu?

Kini,
sekedar menadah tangan pada-Nya pun aku begitu malu.
Layakkah bagiku terus memohon?
Hinakah aku selalu saja meminta?
Sekuat apa aku telah berusaha membuatnya nyata?
Rabbi, tak ada daya sama sekali...

Dua hati itu,
dua kasih sayang yang penuh;
berbalut kecemasan pekat.
Aku tak tahu lagi harus berkata apa,
agar sanggup terlengkung senyummu yang bahagia.

Rabbi,
sekejap lagi,
semoga Engkau izinkan kesempatan itu menghampiri...

*gambar dari sini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar